Kamis, 18 Juli 2019

Ubah Insecure Jadi Bersyukur! #15

Mudahnya merasa insecure itu seringkali karena mereka telah melihat wanita yang lebih cantik, lebih semampai, lebih kurus dan putih kulitnya, atau melihat laki-laki yang badannya lebih berisi, laki-laki yang lebih pandai berbicara di depan umum, lebih tegas, lebih bijaksana, apapun itu yang setidaknya berhasil membuat mereka merasa tidak tergolong ke dalam standarisasi wanita/pria ideal, terlebih setelah mereka melihat seorang artis atau public figure, melihat mantan pacar, mantannya pacar dan berbagai karakteristik dari manusia-manusia yang telah berhasil membuat mereka merasa minder.

Sebelumnya, apa sih insecure itu sendiri? Jika, diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, insecure berarti perasaan tidak aman, tidak yakin, tidak kuat atau yang paling sering dikatakan oleh orang-orang adalah tidak percaya pada diri sendiri, alias tidak PD! mari kenali penyebab nya terlebih dahulu





Penyebab Insecurity

  • Kegagalan yang dilalui oleh pelaku dan selalu membayangi pemikiran dan tindakan dia.
  • Kurang kepercayaan diri karena status sosial yang menurutnya rendah.
  • Keinginan untuk tampil sempurna (Perfeksionis)
Mungkin dari ketiga hal tersebut, kita pernah mendengar ungkapan besar pasak dari pada tiang, untuk menutupi celah, seseorang harus menutupinya dengan hal yang “wah” meskipun semu belaka.


Narsistik sebagai salah satu ciri insecurity

Beberapa orang memandang insecurity sebagai penyakit diri dimana dia merasa selalu dibawah kemampuan orang lain. Lalu bagaimana melawan hal tersebut? Untuk sebagian orang, show off hal atau barang tertentu (pamer/narsis ya bahasa gaulnya) dijadikan tameng untuk menutupi insecurity. Sering nge-IG story selfie-selfie cantik atau hangout di tempat yang hip bersama teman-teman kece mungkin bisa jadi contoh. Bangun citra diri sedemikian rupa supaya “masuk” standar sosial dan merasa nggak sendiri sesungguhnya sebuah bentuk insecurity yang hakiki kan?


Cara mengatasi insecurity

Apabila kita memahami bahwa kita memiliki sikap insecure, ada baiknya mulai berbenah diri. Melanie Greenberg dalam Psychology Today menyatakan beberapa hal yang mampu membantu kita terhindar dari insecurity, penulis juga merangkumkan beberapa pendapat yang mungkin membantumu sebagai cara mengatasi insecurity :
  • Berikan kesempatan dirimu untuk menerima dan beradaptasi kembali ke kehidupan normal
  • Keluarlah dari zonamu sekarang, pandang lah kehidupan dan ikuti apa yang menarik bagi dirimu sendiri.
  • Dekatkan diri pada keluarga dan rekan-rekan untuk mendapatkan rasa nyaman
  • Dapatkan feedback hanya dari orang-orang yang kamu rasa mengenal kamu dengan baik
  • Cari tujuan hidup yang meaningful untukmu dan terus berusaha mencapainya
  • Jujur sama diri sendiri lebih baik dilakukan sedini mungkin
  • Perbaiki lingkaran pertemananmu. Cut ajalah orang-orang toxic yang cuma bikin insecure
  • Hindari ke acara atau aktivitas yang membuatmu merasa buruk seperti bergaul dengan sosisalita atau ke acara yang mengharuskanmu menjadi pribadi yang berbeda.
  • Datanglah ke acara yang kamu sukai, dan temukan kepribadian sesungguhmu.
  • Sadarlah bahwa kehidupan tidak selalu diatas.
  • Yang terpenting adalah menebalkan aspek emosional dan spiritual agar menjadi pribadi yang lebih baik.







Referensi :

Brookes, J. (2015). The effect of overt and covert narcissism on self-esteem and self-efficacy beyond self-esteem

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Potensi Seorang Rahel

hallaaww aku mau cerita nih, jangan diskip yaaaa;) Aku Rahel Zefanya Adelia , usiaku 21 tahun, sekarang aku adalah mahasiswi gunadarma jur...