Rabu, 09 Oktober 2019

Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Perubahan Sosial

Bedah Jurnal  
Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Perubahan Sosial

NO.
Nama Penulis
Judul
Metode
Kesimpulan
1.
Banu Prasetyo dan Umi Trisyanti
Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Perubahan Sosial
Kualitatif
Penelitian tentang Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Perubahan sosial telah menunjukkan bahwa globalisasi tidak hanya fenomena yang berdampak pada bidang teknologi saja, namun telah mendisrupsi berbagai bidang lain seperti sosial, hukum, dan ekonomi. Akibat yang ditimbulkan dari disrupsi ini membuat tatanan dunia berubah drastis.

ABSTRAKSI

Penelitian yang berjudul Revolusi Industri dan Tantangan Perubahan Sosial berisi tentang kajian sosial tentang pengaruh sosial yang terjadi dalam revolusi industri 4.0. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari kajian studi pustaka yang dianalisis secara hermeneutik filosofis. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah bahwa revolusi industri tidak hanya mendisrupsi bidang teknologi saja, namun juga bidang lainnya, seperti hukum, ekonomi, dan sosial, Untuk mengatasi era disrupsi tersebut maka diperlukan revitalisasi peran ilmu sosial humaniora sebagai dasar acuan pengembangan teknologi agar teknologi tidak tercerabut dari nilainilai kemanusiaan. 

Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri 4


Nama : Rahel Zefanya Adelia P
Kelas : 4EA12
NPM : 15216978

REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.
Revolusi industri 4.0 akan membawa banyak perubahan dengan segala konsekuensinya, industri akan semakin kompak dan efisien. Namun ada pula risiko yang mungkin muncul, misalnya berkurangnya Sumber Daya Manusia karena digantikan oleh mesin atau robot. Tenaga manusia dan hewan digantikan oleh kemunculan mesin.
Beberapa pendapat menurut para ahli mengenai Revolusi Industri 4.0, menurut menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, sebaliknya. Revolusi industri 4.0 justru memberi kesempatan bagi Indonesia untuk berinovasi. Revolusi yang fokus pada pengembangan ekonomi digital dinilai menguntungkan bagi Indonesia. Pengembangan ekonomi digital adalah pasar dan bakat, dan Indonesia memiliki keduanya. Ia tidak sependapat bahwa revolusi industri 4.0 akan mengurangi tenaga kerja, sebaliknya malah meningkatkan efisiensi. Sedangkan menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro, mempunyai pendapat yang sama dengan McKinsey & Co. Menurutnya, memasuki revolusi industri 4.0 Indonesia akankehilangan 50juta peluang kerja.
Banyak nya perbedaan pendapat menurut para ahli membuat saya berpikir kita harus menjalan kan Revolusi mental, mulai dari mengubah mindset negatif dan ketakutan terhadap industri 4.0 yang akan mengurangi lapangan pekerjaan atau paradigma bahwa teknologi itu sulit. Kita harus berusaha meningkatkan kemampuan belajar, dan keterampilan yang sesuai dengan era 4.0 sehingga kita mempunyai daya saing yang lebih kuat.
Kesimpulannya revolusi industri 4.0 bukanlah suatu kejadian yang menakutkan, justru peluang makin luas terbuka bagi anak bangsa untuk berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Potensi Seorang Rahel

hallaaww aku mau cerita nih, jangan diskip yaaaa;) Aku Rahel Zefanya Adelia , usiaku 21 tahun, sekarang aku adalah mahasiswi gunadarma jur...