Biografi Menteri Kesehatan
Kabinet Indonesia Maju 2019-2024
Terawan Agus Putranto
Nama : Letjen TNI Dr dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K)
Lahir : Yogyakarta, 5 Agustus 1964
Agama : Kristen Protestan
Istri : Ester Dahlia
Anak : Abraham Apriliawan
Pendidikan : (S1) Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, (S2) Spesialis Radiologi. Universitas Airlangga, (S3), Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanuddin (Unhas).
Lahir : Yogyakarta, 5 Agustus 1964
Agama : Kristen Protestan
Istri : Ester Dahlia
Anak : Abraham Apriliawan
Pendidikan : (S1) Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada, (S2) Spesialis Radiologi. Universitas Airlangga, (S3), Fakultas Kedokteran, Universitas Hassanuddin (Unhas).
dr. Terawan Agus Putranto dilahirkan di Yogyakarta pada tanggal 5 Agustus 1964. ia mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2 Yogyakarta. Setelah lulus dari sana pada tahun 1980, ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Bopkri 1 Yogyakarta dan kemudian lulus pada tahun 1983. Sejak kecil Terawan Agus Putranto sudah bercita-cita menjadi seorang dokter. Setelah tamat SMA, Terawan Agus Putranto kemudian diterima masuk di Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan kemudian lulus pada tahun 1990. Prestasinya cukup baik, terbukti ia berhasil menjadi dokter saat berumur 26 tahun.
Selepas lulus sebagai seorang dokter, dr Terawan kemudian bergabung dengan TNI Angkatan Darat melalui jalur Korps Kesehatan Militer. selama bergabung dengan TNI AD, dr. Terawan pernah bertugas di Bali, Lombok dan kemudian Jakarta. Karena ayah dr. Terawan hanya pensiunan PNS biasa sementara dr. Terawan kala itu bercita-cita ingin menjadi dokter spesialis, maka ia kemudian melanjutkan pendidikannya berbekal beasiswa ikatan dinas. Ia mengambil gelar master dibidang spesialis Radiologi di universitas Airlangga, Surabaya dan selesai pada tahun 2004.
Beberapa tahun kemudian yakni 2009, dr. Terawan kemudian masuk dalam jajaran tim dokter kepresidenan. Selain itu, ia terus memperdalam ilmu kedokterannya dengan menempuh program Doktor (S3) di Universitas Hasanuddin, Makassar.
Metode ‘Cuci Otak’
Dalam studinya, ia menekankan perhatiannya pada penderita stroke. Disertasinya berjudul ‘Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis’.Dalam studinya tersebut, ia menemukan metode yang ia beri nama ‘Brain Flushing‘. Metode ini sempat menjadi perdebatan dikalangan akademisi dan ilmuwan kedokteran karena latar belakangnya sebagai seorang radiolog. Namun dr. Terawan berhasil membuktikannya.
Metode pengobatan ‘Cuci Otak’ nya bahkan sudah ia terapkan dan digunakan di Jerman. Ia membuat paten dengan nama ‘Therawan Theory’. Menurut pengalaman dr. Terawan, dengan metode ini pasien bisa sembuh sekitar 4-5 jam pasca operasi. Dikutip dari CNN Indonesia disebutkan bahwa dalam sebuah wawancara dr. Terawan yang dimuat dalam dalam situs Good To Know, Disitu ia menyebutkan bahwa ia berhasil mengobati pasien bernama Benny Panjaitan, yang diketahui merupakan seorang penyanyi grup Panbers.
Karena prestasi serta pengalamannya, pada tahun 2015 dr. Terawan diangkat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dengan pangkat Mayor Jenderal.
Inovasi dan penemuan metode ‘Cuci Otak’ ini membuat dr. Terawan diganjar beberapa penghargaan seperti Hendropriyono Strategic Consulting (HSC) dan dua rekor MURI sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA). Ia juga mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid) yakni Lifetime Achievement Award atas penemuannya. Walaupun begitu, metode pengobatan ‘Cuci Otak’ yang dikembangkan oleh dr. Terawan ini masih menjadi kontroversi sebagian kalangan kedokteran.
Bahkan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI) pernah memecat atau memberhentikan izin praktek dr. Terawan terkait metode pengobatannya selama setahun. MKEK IDI menilai dr. Terawan melakukan serious ethical missconduct atau pelanggaran berat terkait dengan metodenya.
Pada bulan oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk dr. Terawan Agus Putranto sebagai Menteri kesehatan menggantikan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Anfasa Moeloek Sp.M yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan. dr. Terawan masuk dalam kabinet Indonesia Maju yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo dengan masa jabatan 2019 hingga 2024. Praktis setelah menjabat sebagai Menteri Kesehatan, dr. Terawan harus melepaskan jabatannya sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto. Ia juga mengundurkan diri atau pensiun dini dari TNI, dimana pangkat terakhirnya adalah Letjen TNI dokter Terawan Agus Putranto.
